OLAHAN SALAK SANIA - BANGKALAN MADURA







Buah salak merupakan buah yang kaya akan vitamin C. Selain itu buah ini ternyata bisa diolah menjadi produk – produk yang sangat menarik dan lezat untuk dinikmati. Ditangan orang orang dapur yang kreatif, buah salak disulap menjadi sesuatu yang baru. Banyak diantaranya yang diolah menjadi makanan dan minuman yang sangat nikmat.
Pada tahun 2006, Saniah memiliki ide, bagaimana untuk memanfaatkan buah salak bertebaran di seluruh kampungnya.Awal mula, Saniah berinovasi menjadikan salak seakan kurma. Prosesnya mudah, salak yang sudah masak, dikupas dari kulitnya lalu direbus hingga warnanya coklat kemudian dijemur hingga kering. Kurma salak bisa bertahan selama 1 tahun.Sedangkan salak ukuran kecil, dijadikan seakan kismis. Dan cita rasa pun nyaris seperti kismis.
Bahkan, untuk menjaga pelanggan, setiap tahun, Saniah terus berinovasi seputar olahan buah, biji, kulit dan isi salak.Bisnis yang berkembang setiap tahunnya berhasil meraih omzet Rp 30 juta per bulan.Di gerainya, kini didapati produk kurma salak, dodol salak, kismis salak, coklat salak, sirup salak, biji kopi salak, dan keripik salak. “Kini dikembangkan teh dari kulit salak,” kata dia.Saniah memekerjakan tiga orang untuk seluruh proses produksinya, dengan menghabiskan 60 kg salak per hari. Sedangkan untuk panen raya, ada sekitar 200 kg salak yang disimpan digudang untuk stok olahan.“Salak yang kami olah berbeda dengan salak di kota lain. Rasa dari salaknya tersendiri memiliki rasa sedikit asam, hal ini yang menjadi ciri khas dari olahan salak di tempat kami,” kata Saniah.
Saniah pun memiliki kebun salak di halaman rumahnya. Selain dihasilkan dari kebunnya sendiri, Saniah juga mendapatkan stok salak dari sekeliling desanya. Setiap warga yang memiliki kebun salak bisa menjual hasil salaknya ke tempat olahan salak di rumah Saniah.Saniah mengaku bahwa dia tidak mementingkan keuntungan dalam olahan salak, melainkan dia membantu warga setempat untuk mendapatkan lapangan pekerjaan meskipun hanya sebagai petani salak. Untuk itu, Saniah tak pernah mengambil salak di luar dari Kramat


A.    Sumber Daya Manusia
Jumlah Karyawan berjumlah 4 orang karyawan tetap, dan 72 kelompok tani (pria: 13 orang dan wanita:57 orang) yang bekerja sama dengan UKM ini, serta 1 ketua pelaksana UKM ini. Rata-rata Karyawan di UKM ini berpendidikan terkahir SMP.
B.     Sistem Kerja
Borongan, kerja dari pagi sampai pukul 16.00 wib. Waktu istirahat terbatas yaitu selama 1 jam.
C.     Fasilitas
Dalam 1 bulan minimal cuti selama 4 hari.
         Pemasaran :
Pemasaran produk masih dititipkan di “NUSA INDAH”, produk juga dipasarkan melalui face to face dan dari mulut ke mulut.
         Prestasi yang diperoleh UKM :
Banyak sekali prestasi yang diraih antara lain : Lomba Kelompok Tani memperoleh juara 1 pada tahun 2009, Memperoleh gelar kelompok tani terbaik dan teladan memperoleh juara 2 pada tahun 2009, 3 nasional (teladan) inovasi taman dan juara 2 tingkat provinsi sapi potong pada tahun 2010, dan pada tahun 2017 memperoleh Kalpataru Provinsi.
         Hambatan :
Banyaknya saingan yang mana di desa tersebut banyak yang membuat cemilan keripik dari salak dan banyaknya salak yang dijual di pasran
       Kelebihan:
Menjual Produk dengan harga grosir sehingga banyak peminatnya,
         Kekurangan :
tempat produksi yang jauh dari pemukiman, masuk plosok desa keramat sesuai dengan nama desa nya keramat dan menyeramkan, tempat produksi yang kurang memadai
         Produksi :
Besar Kapasitas :  di hari-hari biasa sebesar 2-3 kg, tetapi jika hati panen bisa memproduksi sebanyak krang lebih 100 kg.
         Kendala :
jika salak banyak yang busuk maka produksi akan terhambat karena harus dipilih dulu salak yang benar benar kualitasnya baik, jika tidak musim salak berarti produksi salak akan break sampai musim salak kembali.


            












Komentar